4 Kiat Mencegah Pasangan Pindah ke Hati yang Lain

4 Kiat Mencegah Pasangan Pindah ke Hati yang Lain

Ketika kita berusaha mencegah pasangan agar tidak pindah ke hati yang lain, sering kali secara tak sadar kita malah berperilaku negatif. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM – Ketika kita berusaha mencegah pasangan supaya tidak pindah ke hati dengan lain, sering kali secara tak sadar kita malah berperilaku negatif seperti mengontrol, posesif, dan cemburuan. Memang, menurut Jeremy Nicholson M. S. W., Ph. D. psikolog asal Boston, AS, yang berkonsentrasi pada masalah kepribadian dan semangat hubungan, rasa cemburu lumrah di sebuah hubungan. Namun bukan bermakna berlebihan. Sikap mengontrol, selalu mau tahu di mana keberadaannya, apalagi sampai menguntitnya, bukan cara yang efektif membuatnya setia. Sebaliknya, mampu membuat pasangan tak nyaman serta hubungan hambar. Lalu apa dengan bisa dilakukan?

Memberikan cinta dan perhatian

Sudah pasti Anda harus meningkatkan hasrat dan memperkuat ikatan hubungan , jadi susah baginya untuk berpaling dibanding Anda. Caranya, dengan memberikan cinta dan perhatian. Cinta dan perhatian terlihat dalam cara Anda berkomunikasi dengan pasangan dan memperlakukannya sehari-hari. Misalnya, senantiasa mendengarkan dan memahaminya, dalam situasi apa pun. “Ini cara efektif untuk membangun sekaligus menjaga ikatan dengan pasangan. Ikatan yang kuat akan meminimalkan jalan dia selingkuh, ” ungkap Jeremy.

Jaga tutur kata Anda pada pasangan. Berkomunikasilah dengan terbuka. Luangkan waktu untuk mengobrol, dari mendiskusikan hal penting hingga tak istimewa sekalipun. Berikan dia pujian, penghargaan atau kejutan-kejutan kecil, kapan kendati, tak harus ketika dia lulus meraih sesuatu. “Sesekali berikan sentuhan-sentuhan fisik penuh kasih sayang. Ini menjaga kehangatan dan memperkuat ikatan. ”

Menjaga penampilan fisik

Menjaga penampilan fisik menurut Jeremy sangat penting baik bagi perempuan maupun pria, agar perhatian pasangan tetap tertuju kepada Anda. Apalagi tak ada salahnya meningkatkan atau memperbaiki penampilan Anda. “Beberapa karakter misalnya membeli baju baru, bersekolah merias diri, merawat tubuh. Apa pun caranya agar Anda tentu menarik di matanya, ” rata Jeremy. Kalau punya waktu longgar untuk berolahraga atau pergi ke sasana, Jeremy menyarankan berolahragalah biar tubuh bugar dan kencang. Menggembala penampilan tidak hanya menyenangkan jiwa dia, tapi juga membuat Kamu merasa nyaman dan pede. Menikmati percaya diri akan mengurangi menemui tidak aman pada diri Anda dan membuat hubungan lebih bugar.

Meminimalkan menemui curiga dan cemburu

Ketika perhatian pasangan berkurang, jangan buru-buru mencurigai dia. Berantakan berprasangka, jangan-jangan konsentrasinya sedang tertuju ke tempat atau orang asing. Apalagi sampai melontarkan pertanyaan-pertanyaan memojokkan. “Bersikap seperti ini malah bisa membuat dia semakin jauh dibanding Anda, ” tukas Jeremy. Tanyakan baik-baik, mengapa akhir-akhir ini perhatiannya seperti terpecah? Jika dia selayaknya sedang dekat dengan seseorang, bukalah peluang agar dia mau mengarang tentang orang ini—alih-alih langsung terbakar api cemburu. Jeremy menyarankan, daripada energi habis untuk mencemburui pasangan berlebihan, lebih baik dapatkan perhatiannya kembali dengan kemampuan dan daya tarik Anda, seperti dijelaskan di dalam poin sebelumnya.

Membuat kesepakatan di awal ikatan

Dr. Stan Tatkin, terapis pernikahan dan anak juga penulis buku Wired for Dating: How Understanding Neurobiology and Attachment Style Can Help You Find Your Transendental Mate dari Longgar Angeles, AS, menulis, pasangan perlu membuat kesepakatan di awal hubungan buat mencegah hal-hal yang tak diinginkan kemudian hari, salah satunya perselingkuhan. Bicarakan dan buat kesepakatan, seolah-olah apa akan menjalani hubungan ini ke depannya? Bagi yang mau menikah, bicarakan apa yang dapat dan tidak boleh dilakukan di dalam keluarga yang akan dibina bersama-sama.

“Misalnya, ada pasangan yang menganggap berdansa dengan saudara atau menggoda teman di pesta hal yang wajar dan normal, meski sudah menikah. Namun bagi Anda, ini termasuk perilaku yang tidak biasa. Maka sebaiknya dibicarakan dari awal, tetapkan batas-batasnya. Kemukakan alasannya, kebiasaan seperti ini mampu membuat kesalahpahaman, membuka peluang pengkhianatan, ” ungkap Stan.

(val)

Rekomendasi

About the author