Ditangkap 2 Kali karena Narkoba, Iyut Bing Slamet: Saya Salah Ustaz

Ditangkap 2 Kali karena Narkoba, Iyut Bing Slamet: Saya Salah Ustaz

TABLOIDBINTANG. COM – Iyut Bing Slamet ditangkap polisi karena kasus narkoba pada Kamis (3/12) malam kediamannya, kawasan Keramat Sentiong, Johar, Jakarta Pusat. Ini kedua kalinya Iyut ditangkap karena narkoba.

Saat ditangkap Iyut Bing Slamet menangis bahkan sempat berteriak nanar, mengucap ingin mati.

Pada Selasa (8/12) siang, Iyut Bing Slamet buka suara. Muda kandung Adi Bing Slamet itu meminta maaf dan menyesali perbuatannya, karena melakukan kesalahan untuk kedua kalinya.

Iyut Bing Slamet (Supriyanto/tabloidbintang.com)

Iyut Bing Slamet (Supriyanto/tabloidbintang. com)

“Yang pertama hamba minta maaf buat keluarga kami, kakak-kakak saya dan orang sampai umur saya yang udah enggak ada. Saya sangat menyesali perbuatan ini sebab ini bukan yang pertama kala buat saya, ini udah dengan kedua kali saya ketangkep , ” ungkap Iyut Bing Slamet di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa (8/12).

“Saya juga berterima afeksi kepada bapak Kasat yang udah sungguh-sungguh membantu saya dan kepada abu dari BNN juga terima kasih dan kepada kawan-kawan semua, barangkali itu para artis para wartawan semua. Kayaknya enggak munafik kalau pernah mencoba tapi lebih baik jangan, ” kata Iyut Bing Slamet menambahkan.

Iyut tidak menampik apa yang dikerjakan adalah sebuah kesalahan. Apa kendati alasannya konsumsi narkoba bukanlah perbuatan yang dibenarkan.

“Karena saya sekarang saat ini benar menyesali banget-banget sekali menyesali serta saya nggak munafik, emang saya pemakai tapi emang saya salah jalan. Semacam bapak bilang juga, jika kita udah kena ya itu tiga tadi sakit gila, dipenjara dan stagnan, itu, ” pungkas Iyut Bing Slamet.

Pada 8 Maret 2011, Iyut permah ditangkap saat sedang mengonsumsi narkoba macam sabu di Hotel Penthouse pada kamar 208 di Mangga Gembung, Jakarta Barat. Saat itu ditemukam barang bukti satu paket sabu 0, 14 gram

Kala itu, Iyut mengungkap penggunaan sabu lantaran frustasi karena popularitasnya sebagai artis semakin lama semakin redup.

(pri)

About the author