Kalap Makan Saat Lebaran? Jangan Lalai Cek Kesehatan, Ya!

Kalap Makan Saat Lebaran? Jangan Lalai Cek Kesehatan, Ya!

Menikmati euforia makanan dan kue Lebaran dapat saja, tapi jangan sampai lupa diri. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM – Idul Fitri kurang lengkap tanpa aneka hidangan & kue. Setelah sebulan berpuasa, pasti sulit menahan godaan ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng, nastar, kastengel, atau putri salju. Belum lagi es sirop, es bahan, dan kawan-kawan. Menikmati euforia sasaran dan kue Lebaran boleh saja, tapi jangan sampai lupa muncul. Tetaplah waspada dengan risiko kesehatan yang mengintai Anda jika lupa diri mengonsumsi menu yang tersaji pada meja.

Risiko Overkalori

Tabib ahli gizi dr. Marya Haryono, Mgizi, SpGk. memperingatkan, Lebaran pertama pada hari pertama dan kedua erat kaitannya dengan makanan sip padat kalori, tinggi lemak jenuh, lemak trans, juga karbo sedang (gula). Jika dikonsumsi terus menerus, maka akan memberi efek kesehatan bagi tubuh Anda.

“Satu atau dua hari pertama Lebaran, menghasilkan kita berisiko overkalori. Bila tersebut berlangsung selama beberapa hari, tentunya kalori berlebihan tersebut akan tertimbun dalam tubuh. Efeknya, berat awak bertambah. Tetapi efek yang paling penting bagi kesehatan, peningkatan nilai gula darah –hati- hati khususnya pada penderita diabetes melitus- mengikuti terganggunya profil lipid darah serupa kolesterol dan trigliserida (jenis lemak yang ada dalam tubuh pada samping kolesterol), ” papar Marya.

Marya menekankan agar Anda tetap mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang termasukketika Lebaran serta berlanjut sesudahnya. Yang harus diperhatikan, hindari konsumsi karbo berlebih serta mengonsumsi serat yaitu sayur dan buah segar. Sumber karbo berlebihan adalah nasi, lontong, ketupat, kentang, pasta, kue bolu, kue kering, minuman manis seperti sirop, soda, atau olahan lain yang memakai gula. Patut diingat, kue biasa, bolu, dan keik selain menjadi sumber karbo juga merupakan sumber lemak trans serta lemak penuh.

Kuncinya, Anda harus tahu kapan saatnya mengerem antusiasme makan serta mengenali gejala kekacauan kesehatan yang mengintai Anda. Marya menerangkan bahwa beberapa penyakit mempunyai gejala khas sehingga mudah dikenali. Kencing manis, misalnya. Gejalanya benar khas yakni sering lapar, sering buang air kecil, dan sering merasa haus.

Periksa Sebelum dan Sesudah Liburan

“Gejala tambahan lainnya luka yang susah sehat, keputihan, gangguan penglihatan, serta transformasi berat badan secara drastis. Namun untuk mengetahui pastinya, apakah gula darah Anda tinggi atau profil lipid tinggi, harus diperiksa pada laboratorium. Syaratnya, Anda puasa kaum jam sebelum pemeriksaan, ” Marya menjelaskan. Ia menambahkan, mengukur berat badan juga penting untuk mengetahui apakah tubuh Anda tergolong berisiko terkena penyakit.

Selain hidangan yang mengandung santan serta lemak, kue yang terbuat sejak tepung, gula, dan produk saduran susu juga perlu diwaspadai. Penggunaan kue Lebaran yang tidak terkendali bisa meningkatkan faktor pemicu strok ringan, meskipun tidak selalu berlaku. Faktor kondisi kesehatan seseorang turut memengaruhi munculnya gejala strok rendah.

“Pemicunya sebenarnya telah ada dalam tubuh seseorang (biasanya tidak diketahui sebelumnya), kemudian dipicu oleh asupan makanan yang tak terkendali ditambah kondisi fisik yang kurang sehat seperti kurang reses. Karenanya, periksakan segera sebagai memori. Jika merasa dalam kondisi sehat, tetaplah menjaga kondisi tubuh Kamu. Jika ada risiko (terserang strok), Anda perlu disiplin dalam penyerasian makan dan (mungkin) perlu obat. Kalau tidak sempat periksa, sepantasnya jaga prinsip
makan segar, ” Marya memperingatkan.

Pemeriksaan kesehatan jangan hanya dijadikan agenda setelah Lebaran atau liburan. Namun perlu dilakukan secara tetap. “Sebelum Lebaran atau libur lama pun tetap periksakan kondisi kesehatan tubuh Anda sebagai langkah antisipasi. Hasilnya dapat digunakan sebagai pembanding dengan kondisi
kesehatan Anda setelah Lebaran, ” jelas Marya.

Berolahraga teratur sebanyak 3 sampai 5 kali seminggu dengan durasi 30 hingga 45 menit adalah cara ideal menjaga kesehatan. “Tapi, jika kondisi kesehatan Anda mengalami masalah serius dan butuh obat, ikuti saran dokter. Ia akan memberi terapi sesuai indikasi, ” pungkasnya.

(riz)

Foto Marya: “Satu atau dua keadaan pertama Lebaran, membuat kita berisiko overkalori, ” kata Marya.

Rekomendasi

About the author