Kondisi Bercinta Doggy Style Buruk Bagi Kesehatan Reproduksi Wanita, Benarkah?

Kondisi Bercinta Doggy Style Buruk Bagi Kesehatan Reproduksi Wanita, Benarkah?

Sketsa (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM – Isu yang beredar pada kalangan perempuan, kalau mau dapat anak laki-laki, gunakan doggy style. Posisi ini diyakini membuat burung melakukan penetrasi lebih dalam sehingga sperma mendominasi mulut rahim.

Namun, dr. Boyke Dian Nugraha SpOG, MARS menyebut itu mitos.

Menurut dr. Boyke, jenis kelamin bayi tak dipengaruhi gaya bercinta melainkan kondisi keasaman vagina, jenis sperma dengan membuahi, dan gaya hidup dengan diterapkan pasutri. Kondisi asam & basa pada vagina bisa dikondisikan.

“Jika ingin anak laki-laki, ceboklah dengan air yang dicampur separuh sendok baking soda supaya terbentuk kondisi basa. Jika Anda ingin anak perempuan, ceboklah memakai tirta bercampur setengah sendok teh asam cuka yang biasa dipakai bagi memasak. Berdasarkan penelitian yang beta baca, efektivitasnya mencapai 78 tenggat 80 persen, ” Boyke membuka.

Kalau tidak mau ribet dengan kegiatan cebok, suami mesti bisa membuat istri mencapai orgasme alami.

“Saat istri orgasme, kondisi vagina menjadi basa. Biasanya bayi yang nanti lahir cowok. Kalau istri tak orgasme, kondisi vagina asam, maka lahirlah anak perempuan, ” tambahan dia.

Rumor asing yang berkembang, doggy style berdampak buruk terhadap kesehatan reproduksi perempuan karena invasi penis yang terlalu dalam. Lagi-lagi Boyke menepis. Menurutnya, doggy style sangat menyenangkan & justru membuat stamina pria bertambah tahan lama.

“Begini, posisi misionaris membuat pria segera lelah karena pinggulnya aktif hidup saat melakukan penetrasi. Dalam doggy style, perempuan turut memegang peran penting dalam proses penetrasi jadi suami bisa menyimpan cadangan energi untuk melakukan serangan balik. Doggy style membuat hubungan intim lebih lama 5 sampai 7 menit, ” ujarnya.

Corak yang berisiko sebenarnya woman on top. Ketika ereksi suami telah optimal dan istri terlalu aktif menggoyang, penis bisa patah ataupun minimal memar.

“Benar, bahwa penis tidak bertulang tapi, kan bisa mengeras. Goyangan dengan terlalu mengentak membuat penis merasai fraktur alias patah. Ini berlaku karena adanya luka di trabekula (tonjolan otot) penis, ” tutup Boyke.

Rekomendasi

About the author