Walaupun Ada Pandemi Covid-19, Jangan Abaikan Imunisasi Rutin AnakÂ

TABLOIDBINTANG. COM – Pandemi Covid-19 berimbas dalam banyak hal, termasuk jadwal imunisasi anak. Tidak sedikit orang tua yang ragu membawa anaknya ke vila sakit atau puskesmas untuk melakukan imunisasi karena bimbang tertular virus yang telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia ini.

Imunisasi layanan kesehatan yang penting untuk menyimpan orang yang rentan sebab Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Secara imunisasi secara tepat zaman, masyarakat dapat tetap terlindungi dan kemungkinan terjadinya pagebluk PD3I berkurang.

Dokter Spesialis Anak/ITAGI Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA (K), Msi menyatakan semua negara melegalkan imunisasi itu aman & bermanfaat, untuk mencegah melempem berat, cacat, dan janji. “Oleh karena itu, negeri2 berusaha memberikan vaksin percuma kepada rakyatnya, supaya bayi balita anak hingga cukup umur terhindar dari kesakitan dan kematian, ” ujarnya di dalam acara Dialog Produktif bertema Penting Imunisasi di Tengah Pandemi, yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan di FMB9ID_IKP, Kamis (22/4).

Penyakit seperti difteri, campak, pneumonia, masih ada dan perlu ditekan penularannya. Sebelum pandemi Covid-19 banyak budak yang terancam oleh aib tersebut, sementara di era pandemi Covid-19 seolah-olah aib tersebut berkurang. “Tapi sebenarnya apabila vaksinasi tidak dilakukan lengkap, terutama bagi bayi-bayi yang lahir sejak tahun 2020, bisa berpotensi ada wabah baru selain Covid-19”, nyata Prof. Soedjatmiko lebih sendat.

Sementara Rizky Ika Safitri, Communication for Development Specialist UNICEF mengutarakan, Indonesia telah melakukan survei di awal pandemi beserta Kementerian Kesehatan. “Ada bertambah dari 5000 Posyandu dan puskesmas yang sudah, mengaku mengalami gangguan seperti misalnya sebagian layanan imunisasi rutin terhenti, orang tua juga khawatir membawa anak untuk diimunisasi karena di periode pandemi Covid-19 seperti itu, ” terangnya.

Melalui Kemenkes Pemerintah melahirkan panduan tentang pelayanan imunisasi di puskesmas dan posyandu. Ada empat hal yang menjadi poin penting, “Harus jaga jarak, dipisah jarang pasien Covid-19 dan tidak, jadwalnya diatur agar muncul tidak berkerumun, dan ditekankan untuk menjaga protokol 3M kepada semua nakes serta pasien yang ada pada puskesmas dan posyandu, ” ujar Rizky.

Pekan imunisasi dunia dengan dilaksanakan tiap pekan keempat bulan April menjadi paksa untuk mengingatkan kembali semua pihak baik pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya imunisasi untuk mencegah kesakitan, kecelaan, dan kematian akibat aib berbahaya yang sebenarnya mampu dicegah.

“Para tenaga kesehatan kita serupa perlu intensif untuk mengingatkan masyarakat agar melengkapi imunisasi rutinnya. Apabila jumlahnya masih terbatas bisa kita topang informasinya melalui kader, ibu-ibu PKK, bahkan melalui media sosial, ” saran Prof. Soedjatmiko.

Tulisan ini diambil dari laman satgas covid19. go. id.

About the author