Yang Harus Dilakukan Seorang Ibu Jika Taak Sengaja Berkata Kasar Kepada Anak

Yang Harus Dilakukan Seorang Ibu Jika Taak Sengaja Berkata Kasar Kepada Anak

Orang tua harus segera menenangkan anak dan meminta maaf apabila telah berkata kasar. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM¬†–¬†Keluarga yang harmonis tentu menjadi impian setiap orang. Akan tetapi, tak jarang berbagai masalah atau perselisihan yang muncul menyebabkan Anda tidak bisa menahan emosi dan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas.

Hal ini tentu menyakitkan bagi orang yan mendengarnya, apalagi anak-anak. Meskipun kata-kata tersebut tidak sengaja dan tidak mencerminkan maksud Anda, namun anak-anak terlanjur “terluka”.

Untuk mengatasinya, menurut psikolog klinis anak, Fathya Artha Utami, orang tua harus segera menenangkan anak dan meminta maaf apabila telah berkata kasar.

“Orang tua harus segera minta maaf atas perlakuan atau kata-kata yang diucapkan dan memberi penjelasan kepada anak, misalnya maafkan mama ya nak tadi bilang kamu tidak bisa apa-apa, mama tadi terlalu kesal seharusnya mama tidak berkata seperti itu, mama yakin kamu bisa,” tulisnya.

Setelah orang tua dan anak lebih tenang, Fathya menyarankan orang tua dan anak melakukan kegiatan yang menyenangkan, seperti bermain atau berbincang bersama.

Berkata kasar merupakan salah satu bentuk kekerasan verbal. Biasanya para pelaku tidak sadar bahwa mereka telah melakukan kekerasan. Sayangnya, kekerasan ini bisa dibilang sebagai kekerasan yang paling umum terjadi di dalam keluarga.

Kekerasan verbal ini memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang. Fathya menuturkan dampak jangka pendek bagi anak yang mengalami kekerasan verbal adalah anak menangis, merasa sedih, menarik diri atau marah.

Sedangkan dampak jangka panjangnya, dapat memengaruhi prestasi sekolah anak hingga menimbulkan masalah pada kehidupan sosialnya.

“Jika terlalu sering terjadi dan orang tua tidak menyadari atau tidak melakukan apapun, anak bisa memiliki pandangan diri yang buruk, merasa dirinya tidak mampu, merasa semua perkataan orang tuanya benar, yang pada akhirnya bisa berdampak pada prestasi sekolah yang menurun, motivasi menurun, sampai masalah pada kehidupan sosialnya,” tulisnya.

Rekomendasi

About the author